Selayang Pandang Ulul Albab Astronomy Club (UAAC)
Latar Belakang
Berdirinya UAAC
Berawal
dari hobi dan kecintaan akan dunia Astronomi, banyak orang berlomba-lomba untuk
masuk dalam sebuah komunitas Astronomi di berbagai tempat. Hampir semua
kota-kota besar dan berkembang di tanah air ini mempunyai wadah khusus pecinta Astronomy.
Sebut saja HAAJ (Himpunan Astronomy Amatir Jakarta) yang juga merupakan
komunitas Astronomy tertua di tanah air, JAC (Jogja Astronomy Club), PL
(Penjelajah Langit) Jogjakarta, SAC (Surabaya Astronomy Club), MAC
(Malang Astronomy Club), JoAC (Jombang Astronomy Club), Jastro
(Jember Astronomy Club), PAC (Palangkaraya Astronomy Club) dan
masih banyak lagi. Komunitas ini mempunyai anggota yang beragam. Mulai dari
kalangan akademisi hingga pelajar (SD-Mahasiswa).
Tidak cukup komunitas itu
saja, para mahasiswa pecinta benda langit pun turut meramaikan dengan membentuk
komunitas Astronomi di kampus mereka. Di Malang sendiri tercatat kampus-kampus
besar mempunyai klub Astronomi. Misalnya, Kapela (Komunitas Pengamat Langit)
Universitas Negeri Malang, APC (Astronomy Physics Club) Univeristas
Brawijaya. Di luar Malang pun juga menjamur.
UIN
Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai salah satu Perguruan Tinggi terkemuka di
Malang dan tanah air justru belum mempunyai wadah bagi warganya untuk belajar Astronomi.
Kalaupun ada ‘falak’, itu hanya terbatas di jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyah.
Sedang di jurusan Fisika (yang secara keilmuan paling dekat), Astronomi hanya
dipelajari 3 SKS saja, tanpa aplikasi. Bagaimana dengan jurusan yang lain?
Bagaimana dengan mahasiswa, dosen, karyawan, bahkan birokrat yang ingin tahu
lebih dalam tentang Astronomi? Apakah cukup hanya sekedar membaca dan belajar
mandiri tanpa guru?
Berdasarkan
fakta di atas, para alumni yang mempunyai hobi yang sama (Astronomi), saat itu
merasa terpanggil untuk membuat klub astronomi amatir bagi almamaternya (UIN
Maulana Malik Ibrahim Malang). Klub Astronomi ini diharapkan bisa menjadi wadah
bagi warga UIN yang mencintai dunia Astronomi. Yang harapannya bisa merangkul
semua kalangan (bahkan alumni) untuk duduk bersama dan belajar tentang
kebesaran Allah Swt. melalui Astronomi.
Nama
Ulul Albab Astronomy Club sendiri, adalah nama yang kami harapkan bisa
mencerminkan kepribadian civitas akademika kampus UIN, yakni pribadi yang
selalu berpikir untuk mengingat Rabb nya, kemudian tunduk tawadldlu’ meng-Esa
kan Allah ‘Azza wajalla.
Memberi
yang terbaik bagi almamater menjadi semangat kami (para alumni pecinta astronomi)
untuk membentuk klub astronomi amatir di kampus tercinta. Semangat ini karena
kami sangat mencintai keilmuan di kampus UIN. Kami berharap agar mahasiswa
aktif bisa meneruskan belajar astronomi sesuai wadahnya dan juga klub astronomi
amatir ini bisa menjadi rujukan bagi masyarakat maupun sesama Perguruan Tinggi
Islam di Nusantara dalam bidang astronomi.
Sejarah UAAC
Awal mula dibentuknya komunitas ini, adalah karena inisiatif
para alumni yang ingin almamater tercinta mempunyai wadah belajar dunia
astronomi. Karena sebelum dibentuknya komunitas ini, mahasiswa yang suka bidang
astronomi harus belajar di luar kampus, dengan ikut komunitas lain walaupun hal
itu bukanlah suatu kesalahan. Namun, alangkah baiknya jika di kampus sendiri
ada wadah belajar yang memfasilitasi mahasiswa/warga kampus untuk belajar
astronomi. Bukan hal yang lucu juga jika di kampus
Islam yang amat disegani di Indonesia ini, kita sangat minim fasilitas di
bidang astronomi. Kenapa?
1. Harusnya
kaum muslim (khususnya intelektual muda muslim) lebih paham, jago, bahkan
menguasai astronomi dibanding umat lain. Karena setiap hari pasti melakukan
ibadah sholat, di mana sholat pasti berhubungan dengan waktu (waktu pergeseran
matahari) yang bisa dipelajari dalam ilmu astronomi. Bukankah sangat lucu jika
kita sholat ketika matahari tepat di atas kepala kita & bayangan tegak
lurus dengan dalih bahwa itu sholat dhuhur? Padahal waktu tersebut kita
dilarang sholat sampai matahari bergeser.
2. Kita
kaum muslimin selalu berhubungan dengan puasa, idul fitri, idul adha. Yang awal
dan akhir penentuannya dilihat dari muculnya bulan baru. Dan ini adalah bidang
astronomi.
Dan masih banyak alasan lain yang menguatkan inisiatif kami (dari para alumni) untuk membentuk wadah baru bagi warga UIN, baik yang masih aktif/alumni.
Dan masih banyak alasan lain yang menguatkan inisiatif kami (dari para alumni) untuk membentuk wadah baru bagi warga UIN, baik yang masih aktif/alumni.
Pembentukan Klub ini merupakan konsekuensi dari
kegiatan InOMN 2015 silam di
Universitas Ma Chung. Dimana pada saat itu banyak mahasiswa UIN Malang yang
menghadiri acara tersebut. Sehingga akhirnya mereka berkumpul dan berinisiasi
untuk membentuk klub astronomi sendiri di kampus.
Dengan beberapa pertimbangan dan koordinasi
selama bebarapa pertemuan. Terbentuklah sebuah klub yang tujuannya untuk
mewadahi civitas akademika UIN Malang yang berminat dalam bidang astronomi.
Semenjak dibentuk pada 20 September 2015 oleh Pak Rusli, Zidna, Irfan, Nasir, Haris,
Adel, Indana, Putri, dan Nuralfin kini komunitas yang memiliki akun instagra (
uaac.malang ) ini telah mewadahi lebih dari 77 orang anggota lintas jurusan,
dengan kepengurusan awal terpilihlah Haris Syafei sebagai ketua , Nuralfin
Anripa sebagai sekretaris dan Indana sebagai Bendahara.
Alat kerja seperti teleskop masih belum dimiliki
oleh komunitas ini. Meskipun begitu, komunitas ini masih dapat melakukan
pengamatan dengan teleskop pinjaman dari Fakultas Syariah dan jurusan Fisika
UIN Malang. Kedepannya, komunitas ini dapat memiliki teleskop maupun alat kerja
astronomi yang lain demi kelancaran kegiatan dan meningkatkan kualitas
pemahaman mahasiswa akan astronomi.
0 komentar:
Posting Komentar